SELAMAT DATANG DI IDI PAMEKASAN... NIKMATI BERITA SEPUTAR DUNIA KESEHATAN KHUSUSNYA DI PAMEKASAN DAN ARTIKEL MENARIK DARI PARA DOKTER DI PAMEKASAN...
KONSULTASIKAN MASALAH KESEHATAN ANDA
Tampilkan postingan dengan label Dinkes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinkes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

6 Bulan, 230 Kasus Baru TBC di Pamekasan

Pada semester pertama bulan Januari sampai Maret 2011, di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sudah ditemukan 230 kasus baru tuberkulosis (TBC).

Kasus tersebut menyerang penduduk di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pasean, Kecamatan Palengaan, dan Kecamatan Tlanakan. Kasus tersebut, menurut Bambang Budiono, pengelola Program TBC Dinas Kesehatan Pamekasan, merupakan kasus baru dan bukan sisa dari kasus TBC tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2010 ditemukan 759 kasus. Separuh dari mereka hingga kini masih tetap menjalani perawatan. "Ada 380 orang yang masih menjalani pengobatan dan belum dipastikan kesembuhannya," ungkap Bambang.

Jika jumlah tersebut ditambah dengan temuan kasus yang baru, maka pada semester pertama tahun ini ada 610 penderita TBC. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, jumlah penderita TBC terbilang tinggi. Di Jawa Timur, Pamekasan menduduki peringkat kelima, di bawah Kabupaten Sumenep, Lumajang, Kota Malang, dan Jember.

Kamis, 14 Juli 2011

Pengumuman Lelang Non Eproc

PENGUMUMAN SELEKSI SEDERHANA
Nomor : 600/01.23.03/PAN/441.301/2011
 
Satuan Kerja
 : 
DINAS KESEHATAN KABUPATEN PAMEKASAN
Tahun Anggaran
 : 
2011
No. Nama Paket HPS Sub Bidang
1. Pengadaan Konsultan Teknis Perencanaan Teknis Pengadaan,Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan Jaringannya Di Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan (DAK) Rp 70.538.000,00
 
Pengambilan Dokumen
Tanggal
 : 
23 Juni 2011 08:00 s/d 30 Juni 2011 14:00
Tempat
 : 
Sekretariat Panitia Pengadaan Dinas Kesehatan Kab. Pamekasan Jl. Jokotole 143 Pamekasaan
 
Persyaratan
- Berbadan Usaha ;
- Akte Pendirian Perusahaan ;
- Memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional (IUJKN) yang masih berlaku;
- Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Perencana Konstruksi ( Kode : 11001 dan 12001 ) ;
 
Keterangan Lain
1. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan dapat diwakilkan dengan membawa surat tugas dari Direktur / Pimpinan Perusahaan / Kepala Cabang dan Kartu Pengenal
2. Seorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam mendaftar dan mengambil Dokumen Prakualifikasi dan Dokumen Pengadaan
3.Dokumen Prakualifikasi dan Dokumen Pengadaan dapat diambil dalam bentuk cetakan
4. Lain-lain : Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di tempat pendaftaran atau menghubungi Panitia pada jam kerja


website:

http://www.pembangunanpamekasan.info
dan
http://lpse.jatimprov.go.id
 
TTD
 
Panitia ULP

Dinkes Akan Terbitkan Sertifikat DAM

Dinas kesehatan (Dinkes) Pamekasan akan segera melakukan sertifikasi depot air minum (DAM) yang beroperasi di Pamekasan.

Dinas kesehatan (Dinkes) Pamekasan berencana akan memulai pengawasan dan pengambilan sample kepada sejumlah depot air minum (DAM) yang beroperasi di Pamekasan.

AVIRA SULISTIAWATI Plt Kasi penyehatan lingkungan dan pengawasan kualitas air Dinkes Pamekasan  mengatakan, pengawasan DAM atau tempat isi ulang air bersih akan dilakukan dengan pengawasan secara fisik dan pengambilan sample uji bakteorologi untuk mengetahui kelayakan Hygiene Sanitasi DAM tersebut.

Dinkes Pamekasan Himbau Masyarakat Waspada Penyakit Musiman

Adanya Pergantian cuaca dari musim hujan ke kemarau yang kerap ditandai dengan merebaknya penyakit, masyarakat diminta untuk terus waspada dan hati-hati. Permintaan itu disampaikan MOHAMMAD ISMAIL BEY Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Jumat (27/05).

Menurutnya, pihaknya sudah gencar melakukan himbauan dan antisipasi baik melalui media massa maupun juga melalui petugas Dinas Kesehatan sendiri hingga ke tingkat desa.

“Waspada penyakit karena perubahan cuaca seperti diare, Ispa, dan DBD. Kita sudah himbau masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),”kata ISMAIL.

Indikasi perilaku hidup sehat itu, kata ISMAIL, seperti membuang sampah tidak sembarangan atau mencegah hal-hal yang menyebabkan bersarangnya penyakit. Dan melakukan 3M yakni mengubur, menguras dan menutup barang-barang yang digenangi air. Selanjutnya kerja bakti membersihkan lingkungan di tingkat RT/RW.

Izin Operasional 2 RS dan Klinik Terancam Dicabut

Izin operasional dua rumah sakit swasta dan klinik di Pamekasan terancam dicabut. Pasalnya, dalam memberikan pelayanan kesehatan disinyalir tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Dua rumah sakit swasta dan klinik itu adalah RS As-Syifa, RS Larasati dan Klinik Aisyiah sebagai pelayanan kesehatan dasar rawat inap di Jalan Mandilaras. "Rumah sakit itu merupakan rumah sakit khusus. Di mana untuk Larasati hanya bisa melayani ObsGyn (Kandungan), dan As-Syifa untuk Bedah. Nah, untuk klinik Aisyiah, di sana hanya sebagai klinik pelayanan kesehatan rawat inap," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Ismail Bey, Sabtu (2/7/2011).

Diakuinya, jika dua rumah sakit dan klinik itu tidak memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan peruntukannya, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mencabut izin operasionalnya. Akan tetapi, sebelum melangkah ke arah sana, pihaknya akan memberikan surat peringatan terlebih dahulu.

Selasa, 10 Mei 2011

Dewan-Disperindag Pamekasan Pantau Makanan Kadaluwarsa

Komisi B DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di wilayah itu sepakat akan melakukan pemantauan peredaran makanan dan minuman kadaluwarsa hingga di wilayah perdesaan.

"Itu sesuai dengan hasil rapat koordinasi bersama antara Komisi B dengan Disperindag Pamekasan," kata Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi, Jumat.

Hosnan menjelaskan, kesepakatan untuk memantau peredaran makanan dan minuman secara bersama-sama itu dilakukan, menyusul adanya kasus keracunan minuman terhadap santri putri salah satu pondok pesantren di Dusun Cendana, Desa Kadur, Pamekasan pada Selasa (3/5).

Pemantauan dan pengawasan peredaran makanan dan minuman kadaluwarsa selama ini hanya dilakukan di wilayah perkotaan saja, sedangkan di perdesaan belum optimal. Sehingga masih ada produk makanan dan minuman kedaluarsa yang masih terjual di toko-toko dan warung.

Jumat, 06 Mei 2011

6 Bulan, 230 Kasus Baru TBC di Pamekasan

Penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pamekasan masih tinggi. Buktinya, sejak Januari hingga Maret 2011, ditemukan 230 kasus TBC.

Kasus tersebut menyerang tiga kecamatan di Pamekasan, yakni Pasean, Tlanakan dan Palengaan. "Ini merupakan kasus baru, bukan sisa kasus dari tahun sebelumnya," kata Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Bambang Budiono, Kamis (5/5/2011).

Dijelaskan, pada 2010 ditemukan 759 kasus TBC dan hingga saat ini separuh penderita masih menjalani perawatan. Ada sekitar 380 kasus yang masih belum bisa dipastikan sembuh dan tidaknya.

Untuk itulah, sambung Bambang, jika sisa kasus tahun sebelumnya ditambahkan dengan kasus TBC yang ditemukan hingga Maret 2011 ini, maka kasus yang masih perlu dituntaskan sebanyak 610 kasus.

"Di Pamekasan memang tertinggi kelima setelah Sumenep, Lumajang, Jember dan Malang. TBC rata-rata menyerang usia 15 hingga 55 tahun. Ini disebabkan, karena kondisi lingkungan sekitar yang tidak bersih. Sudah ada 8 orang yang meninggal akibat TBC pada 2009/2010," terangnya.

Saat ini, pihaknya menyiapkan 20 puskesmas untuk mengobati penderita TBC. Semua penderita TBC akan terus dipantau hingga kesehatannya pulih.

Unilever Siap Tanggung Pengobatan Korban Keracunan di Pamekasan

Menanggapi peristiwa 8 santriwati di Pamekasan yang keracunan minuman sari buah, PT Unilever mengaku akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Pihak Unilever pun juga telah mengunjungi korban keracunan yang kini masih dirawat di Puskesmas Kadur.

"Setelah perwakilan kami di Jawa Timur menjenguk korban di Puskesmas Kadur pada Kamis (5/5) lalu, kedua korban memang keracunan produk Buavita2Go milik Unilever. Maka kami memutuskan untuk menanggung seluruh biaya perawatannya," kata Media Relation Manager PT Unilever di Jakarta, Aurellio Kaunang pada siaran persnya, Jumat (6/5/2011).

Peristiwa keracunan ini, lanjut Aurellio saat dikonfirmasi melalui telpon, disebabkan karena kedua korban mengonsumsi produk yang telah lewat tanggal kadaluwarsa. 

Selain itu, kedua korban yang diketahui bernama Siti Khodijah (16) dan Lubadah (17) mengkonsumsi produk tersebut dalam jumlah yang sangat banyak serta dalam kondisi perut kosong.

"Dengan adanya peristiwa ini, kami imbau kepada para konsumen supaya sebisa mungkin meneliti tanggal kadaluarsanya, dan terlebih juga memahami kondisi tubuh diri sendiri," lanjutnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh produknya masih berada dalam keadaan aman untuk dikonsumsi. Namun, seyogyanya, para konsumen pun harus teliti untuk mengecek tanggal kadaluarsa.

10 Santri Ponpes Darul Jihad di Pamekasan Keracunan Minuman

Sebanyak 10 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Jihad Cendana, Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (4/5), mengalami keracunan. 

Mereka diduga keracunan setelah mengkonsumsi minuman ringan yang dibeli di koperasi ponpes. 

Santri yang keracunan itu, semuanya merupakan santri putri antara kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI), setingkat Sekolah Dasar dan kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs), setingkat Sekolah Menengah Pertama. Saat ini mereka tengah menjalani perawatan di Puskesmas Kadur. 

Peristiwa keracunan, awalnya dirasakan Siti Hotijah. Setelah mengkonsumsi minuman jenis Buavita yang dibelinya di koperasi pondok, siswa kelas I MTs Darul Jihad itu merasa pusing dan mual-mual. 

Tidak beberapa lama, sejumlah santri putri lainnya yang juga mengkonsumsi minuman sejenis merasakan hal yang sama. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Kadur untuk pengobatan. 

Kamis, 07 April 2011

Hearing, Dinkes Mampu ‘Jinakkan’ Komisi A

Rumor dugaan KKN dalam rekrutmen 19 tenaga medis, termasuk 6 dokter berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) oleh Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan dibedah dalam hearing digelar Komisi A  DPRD setempat, Senin (4/4) siang.
Dalam forum itu, Kepala Dinkes Ismail Bey dan Iskandar, panitia pengangkatan tenaga medis PTT mencoba member klarifikasi bahwa rumor itu tidak betul. Mereka memaparkan secara rinci prosedur pandaftaran hingga sistem penilaiannya atau seleksi penerimaan PTT tersebut.
Penjelasan mereka rupanya mampu ‘menyihir’ legislator di sana. Suli Faris S, Ketua Komisi A pun menegaskan bahwa isu adanya KKN dalam rekrutmen PTT di lingkungan Dinkes Pamekasan berani menyatakan tidak benar.
“Pihak Dinkes telah memaparkan secara jelas dan rinci prosedur pandaftaran hingga pada sistem penilaiannya, diungkapkan hingga tuntas. Ternyata memang benar benar telah transparan dan berjalan sesuai juknis dan prosedur. Karena itu kami memastikan isu adanya KKN dalam pengangkatan ini tidak benar,” tandas Suli, seperti kehilangan kekritisannya menyikapi persoalan tersebut.

Kadinkes Enggan Komentar Soal Titipan Dewan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Ismail Bey, enggan berkomentar soal mencuatnya titipan anggota dewan pada rekrutmen tenaga kesehatan.

"Bukan maksud saya tidak mau berkomentar. Tapi biar satu pintu," katanya, Jum'at (1/4/2011).

Menurutnya, pihaknya sudah sepakat agar persoalan yang berkaitan dengan penerimaan sebanyak 19 tenaga kesehatan melalui bagian adsministrasi umum.

"Intinya biar tidak ada kerancuan soal informasi yang nantinya dikeluarkan. Coba hubungi bapak Iskandar saja," tandasnya.

Seperti diberitakan, sejumlah anggota dewan, termasuk Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam, berang dengan adanya informasi bahwa rekrutmen tenaga medis yang dilakukan Dinkes Pamekasan, banyak 'titipan' dari anggota dewan.

Untuk menggali kebenaran informasi tersebut, politisi partai Demokrat tersebut, berjanji memanggil Dinkes guna meluruskan isu yang hingga saat ini belum diketahui kebenarannya.

Smoking Area Sia-sia

Puluhan tempat khusus untuk merokok yang dibangun di beberapa lokasi, di antaranya di kantor Pemkab, terminal, pasar, Kantor Pos, Rumah Sakit Daerah (RSD), dan puskesmas, di Pamekasan, kini banyak tidak terpakai.
Smoking area itu dibangun 2009 lewat dana bagi hasil cukai (DBHC) melalu Dinkes Pamekasan. Tujuannya agar PNS dan warga tidak merokok di sembarang tempat.
Pembangunan smoking area berukuran 3×3 meter dengan bangunan transparan, separuh kaca dan separuh dinding stainlees, yang dilengkapi satu kipas angin penyedot asap, itu sekaligus melindungi warga yang tidak merokok.
Namun puluhan bangunan itu ternyata sia-sia. PNS dan warga tetap merokok di semua tempat tanpa memikirkan orang lain. “Di RS sini pegawai dan keluarga pasien juga masih merokok di sembarang tempat,” kata Havid, keluarga pasien RSD.

34.838 KK Pamekasan Berperilaku Hidup Sehat

Sebanyak 34.838 kepala keluarga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dinyatakan telah berperilaku hidup sehat karena tidak buang air besar sembarangan.

"Mereka itu merupakan warga di 100 dusun yang tersebar di 16 desa di tujuh kecamatan di Pamekasan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey, Jumat.

Ia menjelaskan, ketujuh kecamatan yang sebagian warganya telah dinyatakan berperilaku hidup sehat itu, masing-masing Kecamatan Pamekasan, sebagian Kecamatan Proppo, Larangan, Palengaan, Tlanakan, Pademawu, dan sebagian warga di wilayah Kecamatan Kadur.

Menurut Ismail Bey, jumlah 34.838 KK yang telah dinyatakan bebas buang air besar (BAB) sembarangan ini tercapai melalui program bantuan dari pemerintah pusat dan pemprov Jatim, yakni dengan memberikan bantuan jamban.

Puskesmas Talang Siring Rusak

Puskesmas Talang di Desa Montok Kecamatan Larangan kondisinya sangat memprihatinkan. Jendela dan pintu ruang pelayanan administrasi pasien sudah habis dimakan rayap, sehingga jendela dan pintu yang ada hanya melekat pada dinding yang kondisinya juga sudah tua.

Selain itu, kondisi ruangan vaksin dan ruangan penyehatan keluarga dan lingkungan, atapnya juga sudah bocor.

Menanggapi kondisi tersebut, Kadinkes Pamekasan ISMAIL BEY mengatakan, untuk rehab sarana di Puskesmas Talang memang tidak menjadi prioritas. Sebab masih banyak pembangunan sarana lainnya yang cukup mendesak, seperti pembangunan pelayanan kesehatan di desa-desa yang menjadi tempat tinggal dan tempat tugas bidan-bidan di desa. Sehingga untuk Puskesmas Talang masih menunggu giliran rehab pada tahun-tahun berikutnya.

Minggu, 03 April 2011

Komisi A DPRD Pamekasan Panggil Dinkes

Adanya isu ketidakberesan dalam rekrutmen tenaga medis di lingkungan Dinas Kesehatan Pamekasan, seperti tenaga Bidan, Dokter, dan perawat langsung ditanggapi serius Komisi A DPRD.

SULI FARIS Ketua Komisi A, Sabtu (02/04), mengatakan, pihaknya banyak mendapat pengaduan baik dari masyarakat maupun dari internal anggota DPRD soal rekrutmen tenaga medis itu yang dinilai terindikasi tidak transparan dan sarat dengan rekayasa.

Menurut SULI FARIS, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi soal itu biar tidak terjadi fitnah kalau hal itu memang tidak benar adanya.

Sabtu, 26 Maret 2011

Waspadai, Endemik TBC

Waspadai, penyakit TBC bisa menjadi endemik di Pamekasan, menyusul melonjaknya penderita di awal tahun ini. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes( Pamekasan mencatat 759 orang terserang TBC yang bisa menulari melalui percikan dahak.
Jumlah penderita penyakit ditandai batuk kronis inisetidaknya  melampaui target estimasi nasional ditetapkan Kementrian Kesehatan, yakni 107 orang per 100 ribu penduduk.
“Ini memang memprihatinkan da perlu diwasdapai. Kami pun akan melakukan segala metode untuk mencegah mewabahnya penyakit itu,” kata Bambang Budiono wakil supervisi penanggulangan TBC Dinkes Pamekasan, Jumat (25/3).
Saat ini pihak Dinkes mencoba memaksimalkan program penanggulangan berbagai metode, di antaranya penjaringan suspect TB,  kunjungan rumah TB dan pelacakan penderita drop out atau pasien yang berhenti berobat karena tak ada biaya.

Dinkes Pamekasan Menepis Tudingan Puskesmas Pembantu di Pamekasan Jadi Kandang Ayam

Puskesmas Pembantu (Pustu), yang terletak di Dusun Bhakbato, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, Pustu yang dibangun sebagai alternatif untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang letaknya jauh dari perkotaan justru beralih fungsi menjadi kandang ayam dan tempat penyimpanan hasil panen jagung.

"Keberadaan pustu tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Masyarakat hanya bisa menemui bangunan tanpa bertemu dengan petugas yang seharusnya melayani keluhan kesehatan masyarakat," kata Hodri, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) asal Desa Kertagena Tengah, Kamis (10/2/2011).

"Masak, tiap masyarakat datang, hanya bertemu dengan segerombolan ayam yang memenuhi tempat tersebut," tambah Hodri, saat serap informasi perwakilan petani se Kabupaten Pamekasan dengan pimpinan DPRD Pamekasan.

Diakuinya, dengan kondisi Pustu seperti itu, jelas tidak mempunyai fungsi maksimal. Artinya, perhatian pemerintah setempat kepada masyarakat sudah tidak ada. Padahal, Pustu dibangun dengan perjuangan yang tidak sedikit. Bahkan, tanah yang diatasnya berdiri bangunan merupakan hibah dari desa.

"Kondisinya sangat parah. Yang saya sesalkan, petugasnya lo tidak ada disana, tapi melayani di rumahnya sendiri," tandasnya.

Pemkab Pamekasan Gratiskan Persalinan Ibu Hamil

Pemerintah akan menggratiskan biaya persalinan ibu hamil di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada tahun 2011 ini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey, Kamis menjelaskan, biaya persalinan ibu hamil secara gratis itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. "Program biaya persalinan ini bernama Jampersal (Jaminan Persalinan) dari pemerintah pusat dan berlaku bagi seluruh kabupaten/kota diIndonesia," katanya menjelaskan.
Setiap ibu hamil bisa mendapat bantuan biaya persalinan sebesar Rp420 ribu dengan rincian klaim persalinan yang didapat ibu hamil sebesar Rp40 ribu sebagai ganti biaya pemeriksaan kandungan, Rp350 ribu sebagai ganti biaya persalinan, dan Rp30 ribu untuk mengganti biaya pascapersalinan atau disaat nifas.

Bocah Perokok di Pamekasan Jalani Terapi

Masih ingat dengan Morgan bocah 2 tahun di Pamekasan, Madura, yang gemar merokok. Saat ini bocah tersebut telah mengikuti terapi untuk menghilangkan ketergantungannya dengan rokok.

Terapi tersebut dilakukan Dinas Kesehatan Pamekasan yang terdiri dari bidan, perawat, perangkat desa, dan kedua orangtua Morgan. Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Ismail Bey menceritakan, terapi awal yang dilakukan yakni menjauhkan Mordan dari asap rokok.

“Setiap pagi, siang, dan sore hari, tim yang dipimpin bidan desa mengawasi lingkungan di sekitar rumah Morgan. Tim berusaha mensterilkan lingkungan bermain Morgan dari asap rokok," kata Ismail Bey ketika ditemui di kediaman orangtua Morgan, Sabtu (26/3/2011).

Jumat, 25 Februari 2011

REFORMASI PRIMARY HEALTH CARE

              Di masa depan Puskesmas sebaiknya tidak hanya dibina oleh Dinkes Kab/kota terkait kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), tapi juga perlu dibina oleh RS Kab/kota terkait Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).  Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat memberikan keynote speech yang bertema “Reforming Primary Health Care In Indonesia” pada Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) di Batu Malang, 21 Januari 2011.Menurut Menkes, Puskesmas sebagai focal point Primary Health Care (PHC) dibawahnya terdapat Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas Keliling (Pusling), Dokter Praktik dan Bidan Praktik. Oi tingkat desa