Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) kini telah menjadi pembunuh utama di Indonesia, khususnya hipertensi, stroke dan penyakit jantung koroner. Menurut WHO, penyakit kardiovaskular merupakan 28% penyebab kematian di negara-negara Asia Pasifik, dimana penyakit ini banyak menyerang golongan usia produktif, terutama di negara berkembang, sehingga berpotensi mengurangi GDP (Gross Domestic Product) dan menambah angka kemiskinan.Salah satu kendala yang terjadi di dalam menangani kasus kematian karena Penyakit Tidak Menular ini adalah kurangnya profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (SpJP) dan distribusi yang tidak merata sehingga belum dapat melayani rakyat Indonesia dengan maksimal.




